Minggu, 12 Mei 2013

MUQODIMAH

Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Alloh ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hati kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Alloj, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (At Taubah:18)

Membangun masjid adalah pekerjaan pertama Rosululloh Saaw lakukan ketika sampai di Madinah. Masjid adalah sarana utama untuk pemberdayaan masyarakat Islam. Masjid pada masa Rosululloh Shollallohu’alahi Wassalam. Dan generasi Islam pertama dijadikan sebagai pusat kegiatan da’wah, sentra pengembangan keilmuan, membangun pemikiran ummat, pendidikan dan sosial. Di sanalah tempat para sahabat Rosul Shollallohu’alahi Wassalam menimba ajaran-ajaran Islam dan tempat memecahkan segala urusan mereka sehari-hari. Masjid di masa Rosululloh Shollallohu’alahi Wassalam bukan hanya sebagai tempat penyaluran emosi religius semata, tetapi ia telah dijadikan pusat aktivitas ummat.

Sejatinya sebagai ummat Muhammad Rosululloh Shollallohu’alahi Wassalam, kami mencita-citakan sebuah masjid yang sebangun dengan masjid Rosululloh Shollallohu’alahi Wassalam tersebut, yakni masjid yang berasaskan taqwa, sebuah tempat menimba ilmu, mensucikan jiwa dan raga, menjadi tempat yang memberikan arti penting tentang tujuan hidup dan cara-cara meraihnya, serta wujud praktek kerja nyata ummat sebagai hamba terbaik di muka bumi. Tentu, kesemua cita-cita di atas akan memerlukan syarat, yakni adanya bangunan fisik masjid yang representatif, layak dan aman. Oleh karenanya muncullah ide gagasang untuk mewujudkan masjid kami Dowangan An-Najib setidaknya mempunyai kemiripan dengan masjid yang dibangun di masa Rosululloh Shollallohu’alahi Wassalam.

Saat ini Masjid Dowangan An-Najib sudah memasuki tahap pembangunan dengan prosentase 60% yang mana masih perlu bantuan dari berbagai pihak terutama kalangan jama’ah sendiri tetapi terbuka lebar kepada ummat saudara muslim jika ingin berinvestasi amal.

Di sisi lain seiring dengan perkembangan waktu, jumlah civitas muslim yang melakukan aktivitas di masjid kami semakin bertambah. Selian dari pada aktivitas peribadahan yang lima waktu, pengajaran dan pendidikan TPA jika dari jumlah santri dari waktu ke waktu semakin bertambah hampir 80 santri, atau tatkala pada waktu sholat jum’at dan taraweh pada waktu ramadhan semua itu perlu tempat yang sesuai dengan jumlah sehingga kekhusyu’an dalam beribadah akan terpenuhi.

Oleh karena itu, maksud proposal ini adalah sebagai langkah lanjutan untuk merenovasi masjid yang representatif, layak dan aman sehingga cita-cita mewujudkan masjid sebagai aktivitas keummatan bisa terealisasi, insya Alloh. Tentunya, melalui bantuan para donatur yang kami harapkan bisa mengulurkan tangannya dengan ikhlas, membantu menyelesaikan pelaksanaan renovasi, baik secara keseluruhan atau sebagian.

0 komentar:

Poskan Komentar